40GB/s, Rekor Baru Kecepatan Jaringan Wi-Fi

Chip-frekuensi-tinggiAnda memiliki jaringan internet yang super cepat? Anda dapat mengunduh film berukuran gigabyte hanya dalam waktu beberapa detik? Ah, itu sudah biasa di beberapa negara di dunia (di Indonesia mungkin belum ada). Namun saat ini ada suatu jaringan nirkabel yang dapat mengirim film definisi tinggi (HD) dengan durasi 2 jam hanya dalam waktu kurang dari waktu yang dibutuhkan untuk membaca satu kata, atau dengan kata lain kurang dari satu detik.

Para peneliti dari Institut Fraunhofer untuk Fisika Zat Padat Terapan (IAF Fraunhofer) dan Institut Teknologi Karlsruhe Jerman, menciptakan rekor baru kecepatan Wi-Fi. Rekor tersebut adalah 40GB per detik dengan jarak 1 kilometer. Itu seperti mengirim 10 film berdefinisi tinggi hanya dalam waktu 1 detik.

Apa yang membuat hal itu mungkin adalah kombinasi dari perangkat keras (hardware) yang lebih baik dan penggunaan frekuensi radio yang lebih tinggi, dalam hal ini, 240 GHz. Perangkat keras tersebut adalah seperangkat chip yang dikembangkan oleh para peneliti yang dapat memproses sinyal pada frekuensi yang lebih tinggi. Teknologi semikonduktor dikembangkan di IAF Fraunhofer, berdasarkan transistor dengan high carrier mobility (HEMT), yang memungkinkan penggunaan frekuensi antara 200 – 280 GHz. Frekuensi yang lebih tinggi berarti komponen-komponennya lebih kecil, karena panjang gelombang yang lebih pendek dapat ditangkap oleh antena yang lebih kecil (itulah mengapa radio AM dan FM menggunakan antena yang relatif lebih besar, sedangkan penerima Wi-Fi menggunakan yang lebih kecil). Chip ini hanya berukuran 4 x 1,5 mm².

Frekuensi tinggi diperlukan untuk mentransmisikan lebih banyak data. Jumlah bit yang dapat melakukan perjalanan melalui gelombang di udara berbanding terbalik dengan panjang gelombang. Semakin pendek panjang gelombang, maka semakin banyak data yang ditransmisikan dalam waktu tertentu.

Sebuah jaringan Wi-Fi yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz atau 5 GHz, dengan kecepatan puluhan megabyte per detik bukanlah suatu hal yang jarang. Sebuah ponsel cerdas (smartphone) pada jaringan terbaru bekerja pada frekuensi sedikit di bawahnya, dan bukanlah suatu kebetulan kalau kecepatannya tidak dapat mencapai 10MB per detik.

Pada beberapa frekuensi, kelembapan udara yang tinggi dapat menyebabkan sinyal memudar. Namun frekuensi 240 GHz tampaknya berada di sweet spot yang memiliki sedikit gangguan dari kelembapan udara. Di masa depan, teknologi ini dapat menutup kesenjangan dalam penyediaan internet broadband di desa-desa dan tempat-tempat yang sulit diakses. Mengingat saat ini jaringan serat optik masih sedikit menjangkau pedesaan (karena mahal dan membutuhkan kabel yang panjang).


Keterangan gambar: Chip frekuensi tinggi yang berukuran 4 x 1,5 mm². (sumber: Alpha Galileo Foundation, kredit: Sandra Iselin / IAF Fraunhofer).

Referensi: Discovery News dan Alpha Galileo Foundation



Teks dari artikel di atas memakai Lisensi CC BY-SA. Sertakan tautan postingan ini jika Anda mengutip, menyalin, mendistribusikan, dan/atau menampilkan sebagian/keseluruhan dari teks di atas.

Bagikan ke:

Tulisan Terkait